Pesona Bakkara Negri Para Raja

Rate this post

Tapanuli merupakan salah satu kawasan yang kaya akan keberagaman yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Setiap keberagaman tersebut memiliki pesona dan keindahannya tersendiri. Seperti Danau Toba yang dapat dinikmati dari berbagai tempat tersembunyi yang berada di kawasan Sumatera Utara.

Pernahkah anda mendengar atau bahkan mengunjungi Desa Bakkara (Bakara) yang dapat disebut sebagai Negeri Lembah Wisata Sejarah atau Negeri Lembah Tanah Para Raja?

Figure 1 Desa Bakkara Negeri Lembah

Yap, Bakkara adalah salah satu wilayah yang terdapat di pinggiran barat daya Danau Toba, dekat Muara yang lebih tepatnya merupakan suatu desa yang berlokasi di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (HUMBAHAS), Tapanuli, Sumatera Utara yang dijadikan sebagai salah satu icon pariwisata yang terdapat di kabupaten tersebut. Bakkara merupakan sebuah kawasan yang terdiri atas beberapa dusun dan desa yang terhampar di lembah yang berjarak belasan kilometer dari Desa Dolok Sanggul. Dipisahkan oleh dua aliran sungai Besar yang berair deras yaitu Aek Silang dan Aek Simangira.

Bakkara disebut sebagai Negeri Lembah, karena Bakkara merupakan bentangan lembah datar seluas ratusan hektare. Dan merupakan sebuah desa yang penuh pesona dengan wisata alam dan budaya yang tersohor hingga ke negeri lainnya. Bentuk bebukitan, sungai, serta hamparan Danau Toba mampu menawarkan pesona alam yang sangat indah di lembah Bakkara.

Negeri Bakkara adalah Tanahnya Para Raja?

Ya, Tahukan anda? Desa Bakkara adalah tempat kelahiran Raja Sisingamangaraja, termasuk Raja Sisingamangaraja XII, raja terakhir orang Batak yang gugur ketika masa penjajahan Belanda. Selain karena terkenal akan pesona keindahan alamnya, Bakkara memang terasa akan aura magisnya  terlebih bagi orang Batak sendiri. Aura magis ini berpadu dangan keeksotisan alam yang tiada duanya, membuat Bakkara dapat menjadi salah satu tujuan utama ketika anda berkunjung ke Danau Toba. Sangat menarik bukan?

Figure 2 Bakkara Tanah Para Raja

Panorama Alam Negeri Bakkara

Sama halnya dengan Kota Balige, Negeri Bakkara juga memiliki beberapa panorama alam yang sangat menarik untuk anda kunjungi saat berada di Tanah Para Raja tersebut.

Seperti Air Terjun Janji yang berada di desa Tipang yang bersebelahan dengan Desa Bakkara. Air Terjun tersebut merupakan air terjun tertinggi, terbesar, dan tersejuk yang berada di kawasan Kabupaten Humbang Hasundutan. Tingginya kira-kira 10-20 meter dan pada saat musim hujan debit airnya akan menjadi lebih besar dari pada biasanya. Irama air, butir-butir air di udara, hamparan hijau disekitar Air Terjun yang masih sangat alami menjadikan air terjun tersebut sangat sempurna untuk melepaskan rasa lelah dan penat anda.

Figure 3 Air Terjun Janji

Bahkan, selain Air Terjun Janji, di lokasi yang sama juga terdapat tempat pemandian dengan air yang berasal dari air terjun tersebut. Pihak pengelola membendung beberapa bagian bawah sungai, sehingga berbentuk seperti kolam alami dengan air sungai yang asli. Sehingga, setelah puas bermain dengan air terjun, anda bisa langsung mandi dan merasakan sejuknya air pegunungan yang masih asli.

Bukan hanya itu saja, sebenarnya suhu di lembah Bakkara adalah relatif dingin dan sejuk sepanjang harinya karena banyaknya mata air (mual) yang bertebaran. Dimana, mata air utama yang terbesar adalah Aek Sitio-tio. Lokasinya persis di tepian sungai. Tempat pemandian alam yang dulunya berupa telaga kecil tersebut, bersumber dari mata air abadi yang dinaungi sebuah pohon besar sejenis hariara (sejenis beringin) yang airnya tidak pernah kotor. Sepanjang tahun, selalu bersih, jernih, dan dingin. Pada saat ini, lokasi tersebut menjadi sumber air utama bagi warga sekitar untuk kebutuhan minum dan mandi.

Figure 4 Aek Sitio-tio

Kejernihan dan kesejukan Aek Sitio-tio selalu menghipnotis para pengunjung untuk berendam di sana. Rugi rasanya jika anda sedang berkunjung namun, tidak mencoba telaga yang dulu pernah jadi tempat istirahat favorit tentara Belanda pada masa kolonial.

Figure 5 Aek Sipangolu

Selain telaga tersebut, di Bakkara juga terdapat Aek Sipangolu. Aek Sipangolu adalah air terjun yang dipercaya sebagai air suci yang mengandung unsur dasar perawat kehidupan. Penduduk sekitar sejak dulu kala percaya air tersebut bisa menjadi “obat” bagi banyak kebutuhan.

Dan juga, hal yang tidak kalah menarik dari semua panorama alam yang terdapat di kawasan Negeri Bakkara, adalah menakjubkannya pemandangan Danau Toba yang sudah terkenal di dunia dari Lembah Bakkara tersebut.

Figure 6 Pemandangan Danau Toba dari Bakkara

Desa Bakkara akan selalu mengingatkan anda akan indahnya Danau Toba, sejuknya udara, hamparan sawah, percikan air terjun, dan tebing pegunungan yang menjulang tinggi seakan menghipnotis anda untuk tetap tinggal disana. Sangatlah sesuai, jika Bakkara dikatakan sebagai surga dunia yang terkadang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Wisata Budaya Negeri Bakkara

Selain Panorama Alam dari Negeri Bakkara yang memukau, Wisata Budaya yang terdapat di Lembah Bakkara juga cukup mempesona loh..

Lembah Bakkara cukup subur dan menjanjikan hasil panen yang baik untuk tanaman padi, bawang, dan palawija. Sejak zaman dahulu, Lembah Bakara sudah dikenal bahkan sampai ke Negeri Belanda, sebagai lembah eksotis yang menyimpan muatan sejarah dan budaya.

Bakkara adalah Tanah Para Raja, yang menyebabkan Bakkara sebagai pusat pemerintahan Sisingamangaraja I – XII, persisnya di Desa Lumbanraja. Sejak pemerintahan Sisingamangaraja ini, adat dan budaya Batak semakin mengental karena sang raja yang kharismatik menyebarkan ajaran kebaikan dan kebajikan yang berakar dari adat istiadat Batak sendiri. Sisingamangaraja menjadi teladan dan panutan raja-raja Batak di sekitarnya. Sehingga Raja Sisingamangaraja dianggap sebagai raja dari segala raja dalam bidang moral bagi seluruh orang Batak.

Figure 7 Istana Raja Sisingamangaraja di Lumban Raja

Kompleks istana kerajaan Sisingamangaraja di Lumbanraja, yang terdiri dari deretan empat Ruma Bolon masih bisa dilihat hingga kini. Pada Desember tahun lalu, proyek renovasi situs Sisingamangaraja tersebut rampung dikerjakan. Proyek APBD 2005 yang dimulai sejak 26 September 2005 itu merenovasi ulang tiga deretan bangunan utama istana. Bangunan yang direnovasi berkali-kali sejak puluhan tahun lalu tersebut, bukan lagi bangunan asli.

Bangunan asli dari istana kerajaan Sisingamangaraja sudah hancur pada masa Perang Batak yang berkecamuk (1877 – 1907) melawan tentara Kolonial Belanda. Kemudian di dalam kompleks istana persis di halaman depan deretan Ruma Bolon, terdapat sembuah makam berupa bangunan persegi panjang yang terbuat dari semen yang dilengkapi ornamen Batak, ukiran bendera kerajaan Sisingamangaraja, cap (stempel) Sisingamangaraja, dan sebuah prasasti beraksara Batak Toba.

Menuju Lembah Bakkara

Nah, Apakah anda berniat untuk mengunjungi secara langsung semua pesona dari Lembah Bakkara tersebut?

Jika anda ingin berkunjung ke Negeri Lembah Wisata Sejarah tersebut, terdapat hal yang harus anda ketahui, yakni untuk menuju Desa Bakkara dapat melalui 2 akses jalan yaitu jika anda datang dari daerah Medan maka anda harus masuk dari daerah Siborong-borong menuju arah Kecamatan Muara. Dan jika anda datang dari daerah Sidikalang, maka anda akan masuk dari daerah Dolok Sanggul dan menelusuri jalan berliku-liku di pinggiran tebing yang menjulang tinggi yang di sisi lainnya, anda juga dapat menikmati pemandangan indah jurang-jurang yang begitu dalam dan hamparan Danau Toba serta Pulau Samosir yang tampak dari kejauhan.

Ayo, datang ke Negeri Lembah Wisata Sejarah ini!…

 

 

 

Newsletter