Bulan Tula – A Tale of Love
5 (100%) 11 votes
Ole ole lakkatni tobu ale
Molo poltak bulan i
Mangalap boru ale
Boru aha ale
Boru ni tulang ale
Manuruk ma hamu sude
Tartakkup na parpudi
Tidak banyak lagi yang masih menghapal semua lirik lagu diatas. Lagu yang biasa di dendangkan remaja putri yang berkumpul di halaman rumah, pada malam bulan purnama (Bulan Tula).
Malam itu bulan sedang bersinar terang, membulat sempurna di langit gelap. Cahaya bulan yang terang mengundang remaja putra (Doli Doli) dan remaja putri (Namarbaju) untuk sepakat melaksanakan Gondang Naposo, pesta muda mudi untuk berpesta budaya dan upaya untuk menemukan pasangan hidup (Sirongkap ni Tondi).

Gondang Naposo di Bulan Tula

Gondang Naposo adalah puncak dari rangakaian panjang cerita asmara muda mudi di budaya batak. Berawal dari ketidaksengajaan seorang pria melihat gadis cantik yang baru selesai mandi dengan jeruk purut (Marparangir), yang kemudian membawa pemuda tersebut ke upaya untuk mengenal gadis yang di lihat nya di pemandian.
Wanita Marpangir

@simonsiregar

Gondang Naposo, lazim dilakukan pada bulan purnama. Cahaya bulan yang terang menambah kehangatan kerjasama muda mudi dari berbagi kampung. Pada acara ini akan diisi dengan Tarian, tetabuhan musik, lagu tradisi, serta nasehat.
Rangkaian kegiatan tersebut di atas sudah langka di temui secara lengkap di Tano Batak. Untuk itu, BPODT bekerja sama dengan Muda Mudi dari Huta Pagar Batu, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir akan melaksanakan rangkaian acara Gondang Naposo bertepatan dengan Super Blue Blood Moon, peristiwa alam yang terjadi terkahir kali nya 152 tahun yang lewat.
Rangkaian acara akan dimulai dari ritual Marparangir hingga ke acara puncak Gondang Naposo tepat pada malam bulan purnama.
Acara ini akan didokumentasikan menjadi film pendek. Dengan tujuan, menjadi pustaka visual untuk anak muda tentang bagaimana tahapan yang harus dilalui seorang pemuda untuk menemui gadis pujaan hati nya.
Gondang Naposo

@simonsiregar

Selain itu, moment ini akan bercerita meriah nya asmara pada Bulan Purnama di Tanah Batak serta bisa menjadi paket wisata yang menarik di untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Danau Toba.
Dikutip dari pernyataan bang Basar Simanjuntak selaku Direktur Pemasaran BPODT menyatakan :
Bulan Tula, dimana bulan terlihat lebih besar dari biasanya dan merah menunjukkan semangat dan persatuan lapisan masyarakat untuk menghadapi tahun 2018. Tantangan ekonomi dan pariwisata harus dihadapi bersama sama. Tidak bisa hanya pemerintah saja. Tidak bisa hanya masyarakat saja. Pemerintah, industri dan masyarakat bersinergi menuju pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia. Masyarakat terpanggil untuk menggali warisan budaya terdahulu dan terbuka peluang untuk mempertunjukkannya kepada wisatawan dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal”.
Horas muda-mudi Toba